20/08/08

MANAJEMEN PESERTA DIDIK dalam MENGHADAPI KREATIFITAS ANAK

Penulis : Khumaidi Tohar

Suatu sistem pendidikan dapat dikatakan bermutu, jika proses belajar-mengajar berlangsung secara menarik dan menantang sehingga peserta didik dapat belajar sebanyak mungkin melalui proses belajar yang berkelanjutan. Proses pendidikan yang bermutu akan membuahkan hasil pendidikan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan. Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan efisien perlu disusun dan dilaksanakan program-program pendidikan yang mampu membelajarkan peserta didik secara berkelanjutan, karena dengan kualitas pendidikan yang optimal, diharapkan akan dicapai keunggulan sumber daya manusia yang dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan keahlian sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.

Untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas diperlukan manajemen pendidikan yang dapat memobilisasi segala sumber daya pendidikan. Manajemen pendidikan itu terkait dengan manajemen peserta didik yang isinya merupakan pengelolaan dan juga pelaksanaannya. Fakta-fakta dilapangan ditemukan sistem pengelolaan anak didik masih menggunakan cara-cara konvensional dan lebih menekankan pengembangan kecerdasan dalam arti yang sempit dan kurang memberi perhatian kepada pengembangan bakat kreatif peserta didik. Padahal Kreativitas disamping bermanfaat untuk pengembangan diri anak didik juga merupakan kebutuhan akan perwujudan diri sebagai salah satu kebutuhan paling tinggi bagi manusia. Kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan, menilai dan meguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubahnya dan mengujinya lagi sampai pada akhirnya menyampaikan hasilnya. Dengan adanya kreativitas yang diimplementasiakan dalam sistem pembelajaran, peserta didik nantinya diharapkan dapat menemukan ide-ide yang berbeda dalam memecahkan masalah yang dihadapi sehingga ide-ide kaya yang progresif dan divergen pada nantinya dapat bersaing dalam kompetisi global yang selalu berubah.

Perkembangan anak didik yang baik adalah perubahan kualitas yang seimbang baik fisik maupun mental. Tidak ada satu aspek perkembangan dalam diri anak didik yang dinilai lebih penting dari yang lainnya. Oleh karena itu, teori kecerdasan majemuk yang dikembangkan oleh psikolog asal Amerika Serikat, Gardner dinilai dapat memenuhi kecenderungan perkembangan anak didik yang bervariasi.

Penyelenggaraan pendidikan saat ini harus diupayakan untuk memberikan pelayanan khusus kepada peserta didik yang mempunyai kreativitas dan juga keberbakatan yang berbeda agar tujuan pendidikan dapat diarahkan menjadi lebih baik.

Muhibbin Syah menjelaskan bahwa akar kata dari pendidikan adalah "didik" atau "mendidik" yang secara harfiah diartikan memelihara dan memberi latihan. Sedangkan "pendidikan", merupakan tahapan-tahapan kegiatan mengubah sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang melalui upaya pelatihan dan pengajaran. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan tidak dapat lepas dari pengajaran. Kegiatan dari pengajaran ini melibatkan peserta didik sebagai penerima bahan ajar dengan maksud akhir dari semua hal ini sesuai yang diamanatkan dalam undang-undang no. 20 tentang sisdiknas tahun 2003; agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam pendidikan, peserta didik merupakan titik fokus yang strategis karena kepadanyalah bahan ajar melalui sebuah proses pengajaran diberikan. Sebagai seorang manusia menjadi sebuah aksioma bahwa peserta didik mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, mereka unik dengan seluruh potensi dan kapasitas yang ada pada diri mereka dan keunikan ini tidak dapat diseragamkan dengan satu aturan yang sama antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lain, para pendidik dan lembaga sekolah harus menghargai perbedaan yang ada pada diri mereka. Keunikan yang terjadi pada peserta didik memang menimbulkan satu permasalahan tersendiri yang harus diketahui dan dipecahkan sehingga pengelolaan murid (peserta didik) dalam satu kerangka kerja yang terpadu mutlak diperhatikan, terutama pertimbangan pada pengembangan kreativitas, hal ini harus menjadi titik perhatian karena sistem pendidikan memang masih diakui lebih menekankan pengembangan kecerdasan dalam arti yang sempit dan kurang memberikan perhatian kepada pengembangan kreatif peserta didik. Hal ini terjadi dari konsep kreativitas yang masih kurang dipahami secara holistic, juga filsafat pendidikan yang sejak zaman penjajahan bermazhabkan azas tunggal seragam dan berorientasi pada kepentingan-kepentingan, sehingga pada akhirnya berdampak pada cara mengasuh, mendidik dan mengelola pembelajaran peserta didik.

Kebutuhan akan kreativitas tampak dan dirasakan pada semua kegiatan manusia. Perkembangan akhir dari kreativitas akan terkait dengan empat aspek, yaitu: aspek pribadi, pendorong, proses dan produk. Kreativitas akan muncul dari interaksi yang unik dengan lingkungannya.Kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai dan mengujinya. Proses kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan (motivasi intristik) maupun dorongan eksternal. Motivasi intrinstik ini adalah intelegensi, memang secara historis kretivitas dan keberbakatan diartikan sebagai mempunyai intelegensi yang tinggi, dan tes intellejensi tradisional merupakan ciri utama untuk mengidentifikasikan anak berbakat intelektual tetapi pada akhirnya hal inipun menjadi masalah karena apabila kreativitas dan keberbakatan dilihat dari perspektif intelejensi berbagai talenta khusus yang ada pada peserta didik kurang diperhatikan yang akhirnya melestarikan dan mengembang biakkan Pendidikan tradisional konvensional yang berorientasi dan sangat menghargai kecerdasan linguistik dan logika matematik. Padahal, Teori psikologi pendidikan terbaru yang menghasilkan revolusi paradigma pemikiran tentang konsep kecerdasan diajukan oleh Prof. Gardner yang mengidentifikasikan bahwa dalam diri setiap anak apabila dirinya terlahir dengan otak yang normal dalam arti tidak ada kerusakan pada susunan syarafnya, maka setidaknya terdapat delapan macam kecerdasan yang dimiliki oleh mereka.

Salah satu cara dalam memecahkan masalah ini adalah pengelolaan pelayanan khusus bagi anak-anak yang punya bakat dan kreativitas yang tinggi, hal ini memang telah diamanatkan pemerintah dalam undang-undang No.20 tentang sistem pendidikan nasional 2003, perundangan itu berbunyi " warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus".

Pengertian dari pendidikan khusus disini merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan-pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. Pada akhirnya memang diperlukan adanya suatu usaha rasional dalam mengatur persoalan-persoalan yang timbul dari peserta didik karena itu adanya suatu manajemen peserta didik merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Siswa berbakat di dalam kelas mungkin sudah menguasai materi pokok bahasan sebelum diberikan. Mereka memiliki kemampuan untuk belajar keterampilan dan konsep pembelajaran yang lebih maju. Untuk menunjang kemajuan peserta didik diperlukan modifikasi kurikulum. Kurikulum secara umum mencakup semua pengalaman yang diperoleh peserta didik di sekolah, di rumah, dan di dalam masyarakat dan yang membantunya mewujudkan potensi-potensi dirinya. Jika kurikulum umum bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan pendidikan pada umumnya, maka saat ini haruslah diupayakan penyelenggaraan kurikulum yang berdiferensi untuk memberikan pelayanan terhadap perbedaan dalam minat dan kemampuan peserta didik. Dalam melakukan kurikulum yang berbeda terhadap peserta didik yang mempunyai potensi keberbakatan yang tinggi, guru dapat merencanakan dan menyiapkan materi yang lebih kompleks, menyiapkan bahan ajar yang berbeda, atau mencari penempatan alternatif bagi siswa. Sehingga setiap peserta didik dapat belajar menurut kecepatannya sendiri.

Dalam paradigma berpikir masyarakat Indonesia tentang kreativitas, cukup banyak orangtua dan guru yang mempunyai pandangan bahwa kreativitas itu memerlukan iklim keterbukaan dan kebebasan, sehingga menimbulkan konflik dalam pembelajaran atau pengelolaan pendidikan, karena bertentangan dengan disiplin. Cara pandang ini sangatlah tidak tepat. Kreativitas justru menuntut disiplin agar dapat diwujudkan menjadi produk yang nyata dan bermakna. Displin disini terdiri dari disiplin dalam suatu bidang ilmu tertentu karena bagaimanapun kreativitas seseorang selalu terkait dengan bidang atau domain tertentu, dan kreativitas juga menuntut sikap disiplin internal untuk tidak hanya mempunyai gagasan tetapi juga dapat sampai pada tahap mengembangkan dan memperinci suatu gagasan atau tanggungjawab sampai tuntas.
Masa depan membutuhkan generasi yang memiliki kemampuan menghadapi tantangan dan perubahan yang terjadi dalam era yang semakin mengglobal. Tetapi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia saat ini belum mempersiapkan para peserta didik dengan kemampuan berpikir dan sikap kreatif yang sangat menentukan keberhasilan mereka dalam memecahkan masalah.
Kebutuhan akan kreativitas dalam penyelenggaraan pendidikan dewasa ini dirasakan merupakan kebutuhan setiap peserta didik. Dalam masa pembangunan dan era yang semakin mengglobal dan penuh persaingan ini setiap individu dituntut untuk mempersiapkan mentalnya agar mampu menghadapi tantangan-tantangan masa depan. Oleh karena itu, pengembangan potensi kreatif yang pada dasarnya ada pada setiap manusia terlebih pada mereka yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa perlu dimulai sejak usia dini, Baik itu untuk perwujudan diri secara pribadi maupun untuk kelangsungan kemajuan bangsa.
Dalam pengembangan bakat dan kreativitas haruslah bertolak dari karakteristik keberbakatan dan juga kreativitas yang perlu dioptimalkan pada peserta didik yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Motivasi internal ditumbuhkan dengan memperhatikan bakat dan kreativitas individu serta menciptakan iklim yang menjamin kebebasan psikologis untuk ungkapan kreatif peserta didik di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
Merupakan suatu tantangan bagi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia untuk dapat membina serta mengembangkan secara optimal bakat, minat, dan kemampuan setiap peserta didik sehingga dapat mewujudkan potensi diri sepenuhnya agar nantinya dapat memberikan sumbangan yang bermakna bagi pembangunan masyarakat dan negara. Teknik kreatif ataupun taksonomi belajar pada saat ini haruslah berfokus pada pengembangan bakat dan kreativitas yang diterapkan secara terpadu dan berkesinambungan pada semua mata pelajaran sesuai dengan konsep kurikulum berdiferensi untuk siswa berbakat. Dengan demikian diharapkan nantinya akan dihasilkan produk-produk dari kreativitas itu sendiri dalam bidang sains, teknologi, olahraga, seni dan budaya.

19/08/08

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )इप्स SMK


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

SMK:SMK PGRI 1 Cibinong
Mata Diklat:IPS
Tingkat/Semester:I/1
Program Keahlian:Semua Program
Pertemuan Ke:1
Alokasi Waktu:2 Jam Pelajaran @ 45 Menit
Standar Kompetensi:Memahami Kehidupan Sosial Manusia
Kompetensi Dasar:Mengidentifikasi interaksi sebagai proses sosial
Indikator:
§ Interaksi sosial dijelaskan berdasarkan pengertiannya
§ Proses sosial dijelaskan berdasarkan pengertiannya
§ Interaksi sosial diidentifikasi menurut syarat-syaratnya


A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran, peserta diklat mampu :
Memahami pengertian interaksi sosial
Memahami pengertian proses sosial
Mengetahui syarat interaksi sosial

B. Materi Pembelajaran
1. Pengertian interaksi sosial
2. Pengertian proses sosial
3. Syarat interaksi sosial

C. Metode Pembelajaran
1. Ceramah bervariasi
2. Tanya Jawab

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan 1
a. Pendahuluan
Ø Apersepsi : Siapa yang sering menginap di rumah pamannya?

Ø Motivasi :
- Beberapa siswa diminta alasan menginap di rumah pamannya!

b. Kegiatan inti
Ø Guru menjelaskan pengertian interaksi sosial
Ø Guru menjelaskan proses sosial
Ø Guru menjelaskan syarat interaksi sosial

c. Penutup
- Penilaian
- Refleksi : Siswa mengungkapkan kesan pentingnya interaksi dan proses sosial


E. Sumber dan Media Pembelajaran
1. Buku IPS yang relevan
2. Buku Penunjang yang relevan


F. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Tes Tulis.

2. Bentuk Instrumen
a. Tes uraian.

3. Soal/instrumen:
Tes uraian :
(1) Apa yang dimaksud interaksi sosial?
(2) Apa yang dimaksud dengan proses sosial?
(3) Sebutkan syarat-syarat interaksi sosial?


Cibinong, Juli 2008

Mengetahui :
Kepala SMK PGRI 1 Cibinong, Guru Bidang Diklat,



______________________ __________________












RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

SMK:SMK PGRI 1 Cibinong
Mata Diklat:IPS
Tingkat/Semester:I/1
Program Keahlian:Semua Program

Pertemuan Ke:2-3
Alokasi Waktu:4 Jam Pelajaran @ 45 Menit
Standar Kompetensi:Memahami Kehidupan Sosial Manusia
Kompetensi Dasar:Mendeskripsikan sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian

Indikator:
§ Sosialisasi dijelaskan berdasarkan pengertiannya
§ Sosialisasi diidentifikasi menurut media yang dilalui
§ Pembentukan kepribadian dideskripsikan menurut faktor-faktor yang mempengaruhinya

A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran, peserta diklat mampu :
1. Memahami pengertian Sosialisasi
2. Memahami media sosialisasi
3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian

B. Materi Pembelajaran
4. Pengertian sosialisasi
5. Media sosialisasi
6. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian

C. Metode Pembelajaran
1. Diskusi
2. Tanya Jawab

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
a. Pendahuluan
Ø Apersepsi : Siapa yang pernah mendengar istilah sosialisasi?
Ø Motivasi :
- Beberapa siswa diminta untuk menjelaskan arti sosialisasi!
b. Kegiatan inti
Siswa dibagi dalam tiga kelompok.
Setiap kelompok diberi tugas untuk mengamati peta, atlas, dan globe:
Kelompok 1 : sosialisasi berdasarkan pengertiannya
Kelompok 2 : sosialisasi menurut media yang dilalui.
Kelompok 3 : pembentukan kepribadian menurut faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Setiap kelompok membuat laporan hasil diskusi dan dikumpulkan kepada guru

c. Penutup
- Penilaian
- Refleksi : Siswa mengungkapkan kesan pentingnya sosialisasi

Pertemuan 2
a. Pendahuluan
Ø Apersepsi : Siapa yang sering menginap di rumah pamannya?
Ø Motivasi :
- Beberapa siswa diminta alasan menginap di rumah pamannya!
b. Kegiatan inti
Setiap kelompok mempresentasikan laporan hasil diskusi pada pertemuan sebelumnya
Guru menyimpulkan hasil diskusi

E. Sumber dan Media Pembelajaran
1. Buku IPS yang relevan
2. Buku Penunjang yang relevan

F. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
Tes Tulis.
2. Bentuk Instrumen
Tes uraian.
3. Soal/instrumen:
Tes uraian :
1. Apa yang dimaksud dengan sosialisasi?
2. Sebutkan sosialisasi menurut media yang dilalui?
3. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan pribadi?

Cibinong, Juli 2008

Mengetahui :
Kepala SMK PGRI 1 Cibinong, Guru Bidang Diklat,



_____________________ ________________







RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

SMK
:
SMK PGRI 2 Cibinong
Mata Diklat
:
IPS
Tingkat/Semester
:
I/1
Program Keahlian
:
Restoran/Tata Busana/Akomodasi Perhotelan
Pertemuan Ke
:
4-5
Alokasi Waktu
:
4 Jam Pelajaran @ 45 Menit
Standar Kompetensi
:
Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial
Kompetensi Dasar
:
Mendeskripsikan sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian

Indikator
:
§ Interaksi primer diidentifikasi berdasarkan fenomena sosial di lingkungan sekitar
§ Interaksi sekunder diidentifikasi berdasarkan fenomena sosial di lingkungan sekitar

A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran, peserta diklat mampu :
Memahami tentang Interaksi primer
Memahami tentan Interaksi sekunder

B. Materi Pembelajaran
Interaksi primer
2. Interaksi sekunder

C. Metode Pembelajaran
1. Diskusi
3. Tanya Jawab

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 4 - 5
a. Pendahuluan
Ø Apersepsi :
Ø Motivasi :
b. Kegiatan inti
- Guru menjelaskan tentang tentang Interaksi primer
- Guru menjelaskan tentang Interaksi sekunder


c. Penutup
- Penilaian
- Refleksi : Siswa mengungkapkan kesan tentang interaksi primer dan sekunder



E. Sumber dan Media Pembelajaran
Buku IPS yang relevan
Buku Penunjang yang relevan

F. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
Tes Tulis.
2. Bentuk Instrumen
Tes uraian.
3. Soal/instrumen:
Tes uraian :
1. Apa yang dimaksud dengan interaksi primer?
2. Apa yang dimaksud dengan interaksi sekunder?


Cibinong, Juli 2008

Mengetahui :
Kepala SMK PGRI 2 Cibinong, Guru Bidang Diklat,



Dra. Endang Susilowati Eva Kristinawati, S.Pd
NIP.131638120






















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

SMK
:
SMK PGRI 2 Cibinong
Mata Diklat
:
IPS
Tingkat/Semester
:
I/1
Program Keahlian
:
Restoran/Tata Busana/Akomodasi Perhotelan
Pertemuan Ke
:
6-10
Alokasi Waktu
:
10 Jam Pelajaran @ 45 Menit
Standar Kompetensi
:
Memahami Proses Kebangkitan Nasional
Kompetensi Dasar
:
Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah
Indikator
:
§ Proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat dijelaskan berdasarkan pengaruh yang ditimbulkan di berbagai daerah

A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran, peserta diklat mampu :
1. Memahami Latar belakang kedatangan orang-orang Eropa di dunia Timur
2. Memahami Masuknya kekuatan asing di Nusantara melalui kongsi perdagangan, perluasan kolonialisme dan imperialisme Barat serta terbentuknya pemerintahan Hindia-Belanda, Sistem Tanam paksa, Sistem Politik Pintu Terbuka dan Politik Etis
3. Memahami Dampak sosial, ekonomi, politik, dan budaya akibat kolonialisme dan imperialisme Barat di Nusantara
4. Memahami Perlawanan rakyat dan kerajaan-kerajaan di Nusantara dalam menentang kolonialisme dan imperialisme Barat


B. Materi Pembelajaran
Latar belakang kedatangan orang-orang Eropa di dunia Timur
2. Masuknya kekuatan asing di Nusantara melalui kongsi perdagangan, perluasan kolonialisme dan imperialisme Barat serta terbentuknya pemerintahan Hindia-Belanda, Sistem Tanam paksa, Sistem Politik Pintu Terbuka dan Politik Etis
3. Dampak sosial, ekonomi, politik, dan budaya akibat kolonialisme dan imperialisme Barat di Nusantara
4. Perlawanan rakyat dan kerajaan-kerajaan di Nusantara dalam menentang kolonialisme dan imperialisme Bara


C. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Simulasi

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 6 - 10
a. Pendahuluan
Ø Apersepsi :
Ø Motivasi :

b. Kegiatan inti
- Menjelaskan Latar belakang kedatangan orang-orang Eropa di dunia Timur
- Menjelaskan Masuknya kekuatan asing di Nusantara melalui kongsi perdagangan, perluasan kolonialisme dan imperialisme Barat serta terbentuknya pemerintahan Hindia-Belanda, Sistem Tanam paksa, Sistem Politik Pintu Terbuka dan Politik Etis
- Menjelaskan Dampak sosial, ekonomi, politik, dan budaya akibat kolonialisme dan imperialisme Barat di Nusantara
- Menjelaskan Perlawanan rakyat dan kerajaan-kerajaan di Nusantara dalam menentang kolonialisme dan imperialisme Barat


c. Penutup
- Penilaian
- Refleksi : Siswa mengungkapkan menjelaskan kembali proses kolomialisme dan imperialisme


E. Sumber dan Media Pembelajaran
Buku IPS yang relevan
Buku Penunjang yang relevan

F. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
Tes Tulis.
2. Bentuk Instrumen
Tes uraian.
3. Soal/instrumen:
Tes uraian :
a. Jelaskan latar belakang kedatangan orang-orang eropa di dunia timur!
b. Apa yang dimaksud politik pintu terbuka?
c. Apa yang dimaksud Politik etis?
d. Apa yang dimaksud Sistem Tanam Paksa?
e. Jelaskan dampak sosial akbat adanya kolonialisme dan imperialisme?
f. Jelaskan dampak ekonomi akbat adanya kolonialisme dan imperialisme?
g. Jelaskan dampak politik akbat adanya kolonialisme dan imperialisme?
h. Jelaskan dampak Budaya akbat adanya kolonialisme dan imperialisme?



Cibinong, Juli 2008

Mengetahui :
Kepala SMK PGRI 2 Cibinong, Guru Bidang Diklat,



Dra. Endang Susilowati Eva Kristinawati, S.Pd
NIP.131638120









































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

SMK
:
SMK PGRI 2 Cibinong
Mata Diklat
:
IPS
Tingkat/Semester
:
I/1
Program Keahlian
:
Restoran/Tata Busana/Akomodasi Perhotelan
Pertemuan Ke
:
11 - 16
Alokasi Waktu
:
12 Jam Pelajaran @ 45 Menit
Standar Kompetensi
:
Memahami Proses Kebangkitan Nasional
Kompetensi Dasar
:
Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas Indonesia dan pergerakan kebangsaan Indonesia
Indikator
:
§ Proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas nasional, identitas Indonesia dan pergerakan kebangsaan Indonesia diidentifikasi sesuai dengan corak perjuangannya

A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran, peserta diklat mampu :
Memahami Faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya pergerakan nasional di Indonesia (faktor internal dan eksternal)
Memahami Perkembangan pendidikan dan awal munculnya kesadaran nasional
Memahami Bentuk dan strategi organisasi pergerakan Nasional Indonesia
4. Memahami Gagasan persatuan dan kesatuan bangsa serta terbentuknya identitas kebangsaan Indonesia

B. Materi Pembelajaran
Faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya pergerakan nasional di Indonesia (faktor internal dan eksternal)
Perkembangan pendidikan dan awal munculnya kesadaran nasional
Bentuk dan strategi organisasi pergerakan Nasional Indonesia
4. Gagasan persatuan dan kesatuan bangsa serta terbentuknya identitas kebangsaan Indonesia

C. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Simulasi

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 11 - 16
a. Pendahuluan
Ø Apersepsi :
Ø Motivasi :

b. Kegiatan inti
- Menjelaskan Faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya pergerakan nasional di Indonesia (faktor internal dan eksternal)
- Menjelaskan Perkembangan pendidikan dan awal munculnya kesadaran nasional
- Menjelaskan Bentuk dan strategi organisasi pergerakan Nasional Indonesia
- Menjelaskan Gagasan persatuan dan kesatuan bangsa serta terbentuknya identitas kebangsaan Indonesia

c. Penutup
- Penilaian
- Refleksi : Siswa mengungkapkan kembali Proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas nasional, identitas Indonesia dan pergerakan kebangsaan Indonesia diidentifikasi sesuai dengan corak perjuangannya


E. Sumber dan Media Pembelajaran
Buku IPS yang relevan
Buku Penunjang yang relevan

a. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
Tes Tulis.
2. Bentuk Instrumen
Tes uraian.














3. Soal/instrumen:
Tes uraian :
a. Jelaskan latar belakang munculnya pergerakan nasional!
b. Jelaskan Perkembangan pendidikan dan awal munculnya kesadaran nasional yang dimaksud politik pintu terbuka!
c. Jelaskan Bentuk dan strategi organisasi pergerakan Nasional Indonesia!
d. Jelaskan Gagasan persatuan dan kesatuan bangsa serta terbentuknya identitas kebangsaan Indonesia!




Cibinong, Juli 2008

Mengetahui :
Kepala SMK PGRI 2 Cibinong, Guru Bidang Diklat,



Dra. Endang Susilowati Eva Kristinawati, S.Pd
NIP.131638120































3. Soal/instrumen:
Tes uraian :
a. Jelaskan latar belakang munculnya pergerakan nasional!
b. Jelaskan Perkembangan pendidikan dan awal munculnya kesadaran nasional yang dimaksud politik pintu terbuka!
c. Jelaskan Bentuk dan strategi organisasi pergerakan Nasional Indonesia!
d. Jelaskan Gagasan persatuan dan kesatuan bangsa serta terbentuknya identitas kebangsaan Indonesia!




Cibinong, Juli 2008

Mengetahui :
Kepala SMK PGRI 2 Cibinong, Guru Bidang Diklat,



Dra. Endang Susilowati Eva Kristinawati, S.Pd
NIP.131638120











































18/08/08

RPP Berkomunikasi Melalui Telpon

RENCANA PELAKSANAAN PEMELAJARAN
( RPP
)


SMK : SMK PGRI 1 Cibinong
Mata Diklat : Produktif Administrasi Perkantoran
Tingkat/Semester : I/1
Standar Kompetensi : Berkomunikasi melalui telpon
Kompetensi Dasar : Respon untuk panggilan telpon masuk
Indikator :
· Panggilan dijawab secara cepat, tepat, jelas dan sesuai dengan standar perusahaan
· Bantuan ditawarkan kepada penelpon secara bersahabat dengan tujuan panggilan tertentu secara tepat

Alokasi Waktu : 4 Jam pelajaran (2 x pertemuan)


A. Tujuan Pemelajaran :
Setelah selesai melakukan kegiatan pemelajaran, peserta diklat mampu :
Memahami pengertian komunikasi dan etika berkomunikasi
Menjelaskan dasar-dasar berkomunikasi
Mengetahui etika cara menangani telpon masuk
Memahami cara menyempaikan telepon yang masuk, secara singkat, padat, dan jelas
Memahami penggunaan telepon

B. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Komunikasi
2. Dasar-dasar berkomunikasi
3. Etiket cara menangani telepon masuk
4. Memahami cara menyampaikan telepon yang masuk secara singkat dan jelas
5. Penggunaan telepon

C. Metode Pembelajaran
1. Ceramah bervariasi
2. Tanya Jawab
3. Simulasi

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan 1
a. Pendahuluan
Ø Apersepsi : Siapa yang pernah menelpon?

Ø Motivasi :
- Beberapa siswa diminta menyebutkan nomor telepon temannya!

b. Kegiatan inti
Ø Guru menjelaskan pengertian komunikasi
Ø Guru menjelaskan dasar-dasar berkomunikasi
Ø Guru menjelaskan etiket cara menangani telepon masuk

c. Penutup
- Penilaian
- Refleksi : Siswa mengungkapkan kesan terhadap pentingnya melakukan komunikasi dengan benar .

2. Pertemuan 2
a. Pendahuluan
- Apersepsi : Apakah berkomunikasi harus selalu menggunakan bahasa

b. Kegiatan inti
Ø Menjelaskan tentang memahami cara menyampaikan telepon yang masuk secara singkat dan jelas
Ø Menjelaskan cara-cara penggunaan telepon

c. Penutup
- Penilaian
- Refleksi : siswa menyimpulkan cara menyampaikan telepon yang masuk secara singkat dan jelas, serta penggunaan telepon.


E. Sumber dan Media Pembelajaran
1. Alat peraga
2. Lembar Penilaian Psikomotorik
3. Buku produktif administrasi perkantoran yang relevan


F. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Tes Tulis.
b. Tes unjuk kerja.

2. Bentuk Instrumen
a. Tes uraian.
b. Uji petik kerja produk

3. Soal/instrumen:
Tes uraian :
(1) Jelaskan pengertian komunikasi antarpribadi!
(2) Sebutkan komponen penting dalam komunikasi!
(3) Apa yang perlu dilakukan oleh komunikator agar dalam berkomunikasi berjalan lancar?
(4) Bagaimana cara menangani telepon masuk?
(5) Hal-hal apa saja yang harus kita perhatikan sehubungan dengan etiket bertelepon?


Uji petik kerja produk :
- Buatlah percakapan dengan teman sebangku seakan-akan menggunakan telepon!

RPP Melakukan Pengiriman/Penyerahan Barang


RENCANA PELAKSANAAN PEMELAJARAN
( RPP
)


SMK : SMK PGRI 1 Cibinong
Mata Diklat : Produktif Penjualan
Tingkat/Semester : XII/1
Standar Kompetensi : Melakukan Penyerahan Atau Pengiriman Produk
Kompetensi Dasar : Mempersiapkan barang yang akan di serahkan atau dikirim
Indikator : Mengidentifikasi produk yang dibeli pelanggan
Alokasi Waktu : 4 Jam pelajaran (2 x pertemuan)


A. Tujuan Pemelajaran :
Setelah selesai melakukan kegiatan pemelajaran, peserta diklat mampu :
Memahami pengertian pengendalian persediaan
Menjelaskan pemasalahan-permasalahan dalam pengendalian persediaan
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pengendalian persediaan
Memahami prosedur penyelenggaraan administrasi persediaan

B. Materi Pembelajaran
1. Pengendalian persediaan
2. Penyusunan laporan persediaan

C. Metode Pembelajaran
1. Ceramah bervariasi
2. Tanya Jawab
3. Simulasi

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan 1
a. Pendahuluan
Ø Apersepsi : Siapa yang orang tuanya berdagang?

Ø Motivasi :
- Beberapa siswa diminta menyebutkan dagangan yang dijual!

b. Kegiatan inti
Ø Guru menjelaskan pengertian pengendalian persediaan
Ø Guru menjelaskan pemasalahan-permasalahan dalam pengendalian persediaan

c. Penutup
- Penilaian
- Refleksi : Siswa mengungkapkan kesan terhadap pentingnya pengendalian persediaan.

2. Pertemuan 2
a. Pendahuluan
Ø Apersepsi :
Apakah barang dagangan yang dijual orang tua selalu di catat?
Ø Motivasi :
Beberapa siswa di suruh meenyebutkan nama buku yang di gunakan mencatat dagangan orang tua!

b. Kegiatan inti
Ø Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pengendalian persediaan
Ø Menjelaskan prosedur penyelenggaraan administrasi persediaan

c. Penutup
- Penilaian
- Refleksi : siswa menyimpulkan penyelenggaraan administrasi persediaan.


E. Sumber dan Media Pembelajaran
1. Alat peraga
2. Buku produktif penjualan yang relevan


F. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Tes Tulis.

2. Bentuk Instrumen
a. Tes uraian.

3. Soal/instrumen:
Tes uraian :
(1) Apa yang dimaksud dengan pengendalian persedian?
(2) Apa tujuan diadakan pengendalian persediaan?
(3) Mengapa perlu diadakan pengendalian persediaan?
(4) Permasalaahan apa saja yang bisa timbul dalam pengendalian persediaan?

Kunci Jawaban :

1. Pengendaliaan persediaan adalah
Suatu tindakan seorang pengusaha untuk menjagaa agr persediaan baaraang tetap stabi seesuai rencana.

2. Tujuan diadakan pengendalian persediaan yaitu :
a. Menjaga jangan sampai persediaan habis
b. Menjaga jangan sampai menghentikan kegiatannya
c. Menjaga jangan sampai mengecewakan
d. Menjaga dan mengatur jangan sampai jumlah persediaan barang dagangan berlebihan

3. Untuk menjaga tingkat persediaan barang agar sesuai dengan jumlah brang yang direncanakan.

4. Dalam pengendalian persediaan ada beberapa permasalahaan yang dihadapi, diantaranya:
a. Sistem pencatatan yang paling tepat.
b. Metode pencatatn yang tepat untuk menentukan persediaan
c. Menghitung persediaan barang dagangan
d. Penyusunan laporan persediaan